Archive for February, 2009
Pedang Tanpa Perasaan - Part 4
Karya : Khulung
Part 4
Tidak ada hari tenang lagi di kelak kemudian hari. Tetapi apabila dia sengaja mengalah kepada Lie Yuan, nama baiknya sendiri akan hancur dan bukan saja dia tidak mempunyai muka lagi muncul di dunia kang ouw, malah sekaligus merusakkan nama besar yang telah dipupuk para leluhurnya dengan susah payah.
Tao Cu Hun berpikir bolak [...]
Pedang Tanpa Perasaan - Part 3
Karya : Khulung
Part 3
Mendengar Cio losam mengucapkan kata-kata yang mengejeknya, dia langsung berteriak keras-keras. Tubuhnya segera bangkit dari tempat duduk.
“Cio losam, mendengar perkataanmu yang tidak enak didengar tadi, ada baiknya kita bertanding sebentar. Bagaimana?”
Trang! Trang! Kongsun Ping melemparkan senjatanya ke atas meja sehingga beberapa buah mangkok dan cawan pecan berantakan. Senjatanya berukuran kurang lebih tiga [...]
Sebesar Apapun Dosa, Akan Ada Jalan Untuk Bertaubat
( Riwayat oleh : Imam Bukhari Muslim, dari Abu Sa`id Al Khudri )
Pada zaman dahulu, ada seseorang yang ringan tangan dalam mencabuti nyawa-nyawa orang yang dijahatinya.Hampir setiap hari ada saja korbannya. Semuanya diahitung.Sampai suatu hari jumlah orang yang telah dibunuhnya telah mencapai 99 orang.Jadi boleh saja ia kita katakan sebagai penjagal manusia. Intinya ia [...]
Kerajaan Sunda
Tome Pires (1513) menyebutkan bahwa dayo (dayeuh) Kerajaan Sunda terletak dua hari perjalanan dari Pelabuhan Kalapa yang terletak di muara Ciliwung. Sunda sebagai nama kerajaan tercatat dalam dua buah prasasti batu yang ditemukan di Bogor dan Sukabumi. Prasasti yang di Bogor banyak berhubungan dengan Kerajaan Sunda pecahan Tarumanagara, sedangkan yang di daerah Sukabumi berhubungan dengan [...]
Rachel dan Batu Bertuah
Di ujung jalan Orchard Lane, berderet tiga buah pondok. Rachel Green menghuni pondok mungil yang di tengah. Pondok itu diapit dua pondok dengan ukir-ukiran aneh. Berupa sosok makhluk seram yang menyeringai pada setiap orang yang lewat. Maklumlah! Dua pondok itu milik milik dua penyihir.
Rachel benci tinggal di situ. Karena kedua tetangganya itu selalu bertengkar. Padahal [...]
Pangeran Diponegoro (1785-1855)
PEJUANG BERHATI BERSIH
Dilahirkan dari keluarga Kesultanan Yogyakarta, memiliki jiwa kepemimpinan dan kepahlawanan. Hatinya yang bersih dan sebagai seorang pangeran akhirnya menuntunnya menjadi seorang yang harus tampil di depan guna membela kehormatan keluarga, kerajaan, rakyat dan bangsanya dari penjajahan Belanda.
Namun resiko dari kebersihan hatinya, ia ditangkap oleh Belanda dengan cara licik, rekayasa perundingan. Namun walaupun begitu, [...]
Entries (RSS)