TAman BAcaan NASional

Hidup Wind’s

Dikirimkan Oleh : Neeva

Aku berkelana dari satu tempat ke tempat lain.Saat ini ku berada di sebuah kota,dengan beribu lampu yang berkerlap kerlip.Aku pun berpikir,”Inilah tempat tinggal yang nyaman”

Pagi pun datang,ku berjalan melintasi sudut sudut kota.Terlihat hiruk pikuk orang yang kan Menjalankan aktifitasnya.Ku teruskan perjalananku,tibalah di suatu tempat.Di situ ku bertemu teman temanku.
Akupun bertanya,”Apa kabar?”
Mereka menjawab,”Kabar buruk”
Dengan rasa heran,ku kembali bertanya,”Seharusnya kalian senang tinggal di sebuah kota modern penuh kemewahan”
“Kamu belum merasakan betapa menderitanya”jawab mereka sambil lalu.
Genap 1 minggu,ku berada disini.Dan baru ku tahu,ternyata temanku dulu,terkena racun disini.Itu di karenakan asap kendaraan bermotor dan pabrik yang berada di kota.Aku pun tak tahan untuk berlama lama disini.Mendung hitam berjalan berarak arak,menjatuhkan butiran air.Membasahi seluruh tanah yang tertutup beton.Aku bergerak bersama mereka,melewati samudera luas.
Tibalah aku di pinggiran kota.Di situ ada sebuah pondok kecil berdindingkan anyaman bambu.Di sekeliling rumah itu,banyak tanaman.Ku belai lembut sehelai bunga mawar.Ku lihat seorang gadis kecil berambut panjang,asyik menyirami tanaman.Senyumnya merekah saat ia rasakan kedatanganku.Sungguh inilah tempat yang nyaman.
Tak terasa sebulan lamanya,aku bercongkol di sekitar rumah anak itu.Ingin rasanya ku selalu berada disampingnya.Senantiasa membelah lembut rambutnya.Tapi apa daya sudah suratan takdir ku harus mengelana melintasi jagad raya.Harapku jauh di sudut bumi lainnya.Dapat ku temui tempat yang nyaman.
Aku adalah bayu,yang harus selalu mengembara tak tentu arah dan tujuan.Suatu saat,mungkin ku kan kembali ke tempat ini.Dan mungkin gadis kecilku beranjak dewasa.Dan akupun tak bisa tawarkan kesejukan seperi sekarang,karena usia mulai senja.