<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Tabanas.com &#187; Admin</title>
	<atom:link href="http://tabanas.com/author/Admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabanas.com</link>
	<description>TAman BAcaan NASional</description>
	<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 07:59:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Hidup Wind&#8217;s</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/09/14/hidup-winds/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/09/14/hidup-winds/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 08:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Dikirimkan Oleh : Neeva
Aku berkelana dari satu tempat ke tempat lain.Saat ini ku berada di sebuah kota,dengan beribu lampu yang berkerlap kerlip.Aku pun berpikir,&#8221;Inilah tempat tinggal yang nyaman&#8221;
Pagi pun datang,ku berjalan melintasi sudut sudut kota.Terlihat hiruk pikuk orang yang kan Menjalankan aktifitasnya.Ku teruskan perjalananku,tibalah di suatu tempat.Di situ ku bertemu teman temanku.
Akupun bertanya,&#8221;Apa kabar?&#8221;
Mereka menjawab,&#8221;Kabar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/09/14/hidup-winds/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sultan Mahmud Badaruddin II (1767-1862)</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/09/14/sultan-mahmud-badaruddin-ii-1767-1862/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/09/14/sultan-mahmud-badaruddin-ii-1767-1862/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 17:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Sultan Mahmud Badaruddin II (l: Palembang, 1767, w: Ternate, 26 November 1862) adalah pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam (1803-1819), setelah masa pemerintahan ayahnya, Sultan Mahmud Badaruddin.
Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Britania dan Belanda, diantaranya yang disebut Perang Menteng. Tahun 1821, ketika Belanda secara resmi berkuasa di Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II ditangkap dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/09/14/sultan-mahmud-badaruddin-ii-1767-1862/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sri Sultan Hamengku Buwono IX (19l2-1988)</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/07/25/sri-sultan-hamengku-buwono-ix-19l2-1988/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/07/25/sri-sultan-hamengku-buwono-ix-19l2-1988/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 17:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[BANGSAWAN YANG DEMOKRATIS
Pemerintahan Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan di bawah pimpinannya. Pendidikan Barat yang dijalaninya sejak usia 4 tahun membuat Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) menemukan banyak alternatif budaya untuk menyelenggarakan Keraton Yogyakarta. Dengan wawasan barunya ia menunjukkan bahwa raja bukan lagi gung binathara, melainkan demokratis. Raja berprinsip kedaulatan rakyat tetapi tetap berbudi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/07/25/sri-sultan-hamengku-buwono-ix-19l2-1988/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Si Singamangaraja XII (1849-1907)</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/03/27/si-singamangaraja-xii-1849-1907/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/03/27/si-singamangaraja-xii-1849-1907/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 04:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[MENOLAK DINOBATKAN MENJADI SULTAN
Dia seorang pejuang sejati, yang anti penjajahan dan perbudakan. Pejuang yang tidak mau berkompromi dengan penjajah kendati kepadanya ditawarkan menjadi Sultan Batak. Ia memilih lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah. Ia kesatria yang tidak mau mengkhianati bangsa sendiri demi kekuasaan. Ia berjuang sampai akhir hayat.
Perjuangannya untuk memerdekakan ‘manusia bermata hitam’ dari [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/03/27/si-singamangaraja-xii-1849-1907/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Laskar Pelangi BAB 3</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/03/02/laskar-pelangi-bab-3/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/03/02/laskar-pelangi-bab-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 17:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan Ini saya persembahkan kepada seluruh orang yang membutuhkannya dengan tujuan non komersial.tanpa maksud merugikan penulis.dan saya minta ma’af bila terjadi salah penulisan
Semoga Tulisan ini dapat berguna bagi kita semua,saya juga mengucapkan terima kasih kepada penulis atas hasil karyanya yang luar biasa ini.Selamat Menikmati.
LASKAR PELANGI
Oleh : Andrea Hirata
 
BAB 3
Inisiasi



TAK susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/03/02/laskar-pelangi-bab-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pedang Tanpa Perasaan - Part 4</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/02/23/pedang-tanpa-perasaan-part-4/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/02/23/pedang-tanpa-perasaan-part-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 15:54:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Karya : Khulung
Part 4
Tidak ada hari tenang lagi di kelak kemudian hari. Tetapi apabila dia sengaja mengalah kepada Lie Yuan, nama baiknya sendiri akan hancur dan bukan saja dia tidak mempunyai muka lagi muncul di dunia kang ouw, malah sekaligus merusakkan nama besar yang telah dipupuk para leluhurnya dengan susah payah.
Tao Cu Hun berpikir bolak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/02/23/pedang-tanpa-perasaan-part-4/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pedang Tanpa Perasaan - Part 3</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/02/15/pedang-tanpa-perasaan-part-3/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/02/15/pedang-tanpa-perasaan-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 18:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Karya : Khulung
Part 3
Mendengar Cio losam mengucapkan kata-kata yang mengejeknya, dia langsung berteriak keras-keras. Tubuhnya segera bangkit dari tempat duduk.
&#8220;Cio losam, mendengar perkataanmu yang tidak enak didengar tadi, ada baiknya kita bertanding sebentar. Bagaimana?&#8221;
Trang! Trang! Kongsun Ping melemparkan senjatanya ke atas meja sehingga beberapa buah mangkok dan cawan pecan berantakan. Senjatanya berukuran kurang lebih tiga [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/02/15/pedang-tanpa-perasaan-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sebesar Apapun Dosa, Akan Ada Jalan Untuk Bertaubat</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/02/15/sebesar-apapun-dosa-akan-ada-jalan-untuk-bertaubat/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/02/15/sebesar-apapun-dosa-akan-ada-jalan-untuk-bertaubat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 18:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[( Riwayat oleh : Imam Bukhari Muslim, dari Abu Sa`id Al Khudri ) 
Pada zaman dahulu, ada seseorang yang ringan tangan dalam mencabuti nyawa-nyawa orang yang dijahatinya.Hampir setiap hari ada saja korbannya. Semuanya diahitung.Sampai suatu hari jumlah orang yang telah dibunuhnya telah mencapai 99 orang.Jadi boleh saja ia kita katakan sebagai penjagal manusia. Intinya ia [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/02/15/sebesar-apapun-dosa-akan-ada-jalan-untuk-bertaubat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kerajaan Sunda</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/02/15/kerajaan-sunda/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/02/15/kerajaan-sunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 17:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Kerajaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Tome Pires (1513) menyebutkan bahwa dayo (dayeuh) Kerajaan Sunda terletak dua hari perjalanan dari Pelabuhan Kalapa yang terletak di muara Ciliwung. Sunda sebagai nama kerajaan tercatat dalam dua buah prasasti batu yang ditemukan di Bogor dan Sukabumi. Prasasti yang di Bogor banyak berhubungan dengan Kerajaan Sunda pecahan Tarumanagara, sedangkan yang di daerah Sukabumi berhubungan dengan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/02/15/kerajaan-sunda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rachel dan Batu Bertuah</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/02/04/rachel-dan-batu-bertuah/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/02/04/rachel-dan-batu-bertuah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 01:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Dongeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Di ujung jalan Orchard Lane, berderet tiga buah pondok. Rachel Green menghuni pondok mungil yang di tengah. Pondok itu diapit dua pondok dengan ukir-ukiran aneh. Berupa sosok makhluk seram yang menyeringai pada setiap orang yang lewat. Maklumlah! Dua pondok itu milik milik dua penyihir.
Rachel benci tinggal di situ. Karena kedua tetangganya itu selalu bertengkar. Padahal [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/02/04/rachel-dan-batu-bertuah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
