<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Tabanas.com &#187; Cerita Pendek</title>
	<atom:link href="http://tabanas.com/category/Cerita%20Pendek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabanas.com</link>
	<description>TAman BAcaan NASional</description>
	<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 08:19:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Hidup Wind&#8217;s</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/09/14/hidup-winds/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/09/14/hidup-winds/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 08:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Dikirimkan Oleh : Neeva
Aku berkelana dari satu tempat ke tempat lain.Saat ini ku berada di sebuah kota,dengan beribu lampu yang berkerlap kerlip.Aku pun berpikir,&#8221;Inilah tempat tinggal yang nyaman&#8221;
Pagi pun datang,ku berjalan melintasi sudut sudut kota.Terlihat hiruk pikuk orang yang kan Menjalankan aktifitasnya.Ku teruskan perjalananku,tibalah di suatu tempat.Di situ ku bertemu teman temanku.
Akupun bertanya,&#8221;Apa kabar?&#8221;
Mereka menjawab,&#8221;Kabar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/09/14/hidup-winds/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gereja Tua</title>
		<link>http://tabanas.com/2009/01/25/gereja-tua/</link>
		<comments>http://tabanas.com/2009/01/25/gereja-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 12:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabanas.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Dikirimkan Oleh : Telecaster
Matahari belum memunculkan sinar sepenuhnya. Udara masih begitu dingin dan beku. Suasana di kota kecil itu masih seperti kota mati. Salju terlihat dimana-mana. Sejauh mata memandang hanya putih dan putih, bukti kemaha-dahsyatan badai semalam. Tapi sosok yang tegap itu tetap berdiri tanpa menghiraukan serangan suhu yang membekukan tulang. Dibawah temaramnya lampu kota, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tabanas.com/2009/01/25/gereja-tua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

