Cerita Pahlawan 
Sultan Mahmud Badaruddin II (1767-1862)(0)
Sultan Mahmud Badaruddin II (l: Palembang, 1767, w: Ternate, 26 November 1862) adalah pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam (1803-1819), setelah masa pemerintahan ayahnya, Sultan Mahmud Badaruddin.
Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Britania dan Belanda, diantaranya yang disebut Perang Menteng. Tahun 1821, ketika Belanda secara resmi berkuasa di Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II ditangkap dan [...]
Sri Sultan Hamengku Buwono IX (19l2-1988)
BANGSAWAN YANG DEMOKRATIS
Pemerintahan Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan di bawah pimpinannya. Pendidikan Barat yang dijalaninya sejak usia 4 tahun membuat Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) menemukan banyak alternatif budaya untuk menyelenggarakan Keraton Yogyakarta. Dengan wawasan barunya ia menunjukkan bahwa raja bukan lagi gung binathara, melainkan demokratis. Raja berprinsip kedaulatan rakyat tetapi tetap berbudi [...]
Si Singamangaraja XII (1849-1907)
MENOLAK DINOBATKAN MENJADI SULTAN
Dia seorang pejuang sejati, yang anti penjajahan dan perbudakan. Pejuang yang tidak mau berkompromi dengan penjajah kendati kepadanya ditawarkan menjadi Sultan Batak. Ia memilih lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah. Ia kesatria yang tidak mau mengkhianati bangsa sendiri demi kekuasaan. Ia berjuang sampai akhir hayat.
Perjuangannya untuk memerdekakan ‘manusia bermata hitam’ dari [...]
Pangeran Diponegoro (1785-1855)
PEJUANG BERHATI BERSIH
Dilahirkan dari keluarga Kesultanan Yogyakarta, memiliki jiwa kepemimpinan dan kepahlawanan. Hatinya yang bersih dan sebagai seorang pangeran akhirnya menuntunnya menjadi seorang yang harus tampil di depan guna membela kehormatan keluarga, kerajaan, rakyat dan bangsanya dari penjajahan Belanda.
Namun resiko dari kebersihan hatinya, ia ditangkap oleh Belanda dengan cara licik, rekayasa perundingan. Namun walaupun begitu, [...]
More in this category:
- Mohammad Husni Thamrin (1894-1941)
- Kapitan Pattimura (1783 -1817)
- Ismail Marzuki (1914-1958)
- HR Rasuna Said (1910-1965)
- Dr. Sutomo (1888-1938)
- Tuanku Imam Bonjol (1722-1864)
- Kiai Hasyim Asyari (1875-1947)
- Jenderal Gatot Subroto (1907-1962)
- Cipto Mangunkusumo (1886-1943)
- Dewi Sartika (1884-1947)
- Raden Ajeng Kartini (1879-1904)
- Cut Nyak Meutia (1870-1910)
- Cut Nyak Dien (1850-1908)